Jumat, 09 Maret 2012


Biography of Yeyen Eriya



My name is Yeyen Eriya...
I was born on Lampung,14 october 1993,
I life in Bekasi,my age eighteen years old,
My hobby are playing badminton and listening music,
And then I listen music every night before I sleep.
My Favorite colour are red,black,white and fink.I like chocolate and chicken noodle,drink are ice cream,milk or coffe.
I am the youngest doughter and I have one sister,her name Ani Farida.
my sister is diligent when he was still in school.
he never give up and persevere.
I'm happy to have a sister like her,
and then he is married and has one son.
She is happy every day because she is a tailor.So,she work every day in your house with the son.
he was very happy with his little family.
I am started my study when I was six years old in Lampung Elementary School (SDN 4 Lampung Barat)
 In my village.
I was graduated in 2005 and then  I continue my study in Junior High School 1 Waytenong in West Lampung.
In 2008 I continue my study in Senior High School  1 Waytenong in West Lampung in the city of Lampung.
 I've followed the band since marcing extracurricular activities in junior high I was until I was in high school .
Initially I was very lazy to take part in this but since this event I have many friends and experiences
I am very pleased to take part in extracurricular marcing band because at that time I often look and enliven our country's independence day of Indonesia.
other than that when I sit in eighth grade in junior high school I had attended "PORSENI" in the town of Liwa, West Lampung in Lampung province and the vocal group won two.
And then I finish my study in 2011 and I continue education in Gunadarma University.I am a second semester student majoring in management at the Faculty of Economics in Gunadarma University
I was in college the first time away from my parents,
I often felt sad when I am alone even when I was sick I was always trying to get them do not know if I'm sick because I do not wantid they are concerned with my situation.
initially quite hard for me to state as now when I start trying to be more mature because I was in college,
I always try if I can take care of myself even though I am far from the parents.
I want to be someone who is successful in achieving my goal for my parents proud of his accomplishments.
I really love my father and mother...






British English/American English
Lift/Elevator
Autumn/Trunk
Litter/Fall
Cross/Crossing
Road/Pants
Biscuit/Cookie
Centre/Center
Dialogue/Dialog
Favourite/Favorite
Football/Soccer
Realise/Realize
Neighbour/Neighbor
Programme/Program
Labour/Labor
Metre/Meter
Catalogue/Catalog
Theatre/Theater
Centre/Center
Apologise/Apologize
Defence/Defense
Toilet/Rest room
Shop/Store
Chemist/Drugstore
Pants/Trousers
Torch/Flashlight
Underground/Subway
Groundfloor/Firstfloor
Sweets/Candy
Rubbish bin/Trash Can
Aeroplane/Airplane
Cheque/Check
Woollen/Woolen
Tyre/Tire
Pyjamas/Pajamas
Gaol/Jail
Cupboard/Closet
Holiday/Vacation
Autumn/Fall
Drawing Pin/Thumb Tack
Luggage/Baggage
Film/Movie
Curtains/Drapes
Bonnet/Hood
Postman/Mailman
Queue/Line
Petrol/Gas
Caravan/Trailer


Sabtu, 31 Desember 2011

Tulisan 1

Tulisan 1   
Tema : Mengenal Ilmu Budaya Dasar

Budaya dan Kebudayaan Batik indonesia




Pengertian dari ilmu budaya dasar adalah pengetahuan yang  dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang pengembangan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Sepeti kita semua ketahui di indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa,sehingga kita harus memelajari ilmu budaya dasar,ruang klingkup dan sebagainya
 Istilah ilmu budaya dasar dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang artinya manusia, berbudaya dan halus.
 Dengan mempelajari  the humanities  seseorang akan bisa menjadi  manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
Manusia sebagai makhluk sosial dengan memelajari ilmu-ilmu pengetahuan sosial disertai dengan memelajari ilmu-ilmu budaya dasar karena erat kaitannya manusia sebagai makkhluk sosial yang berbudaya .Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan dalam ilmu budaya dasar  sebagai berikut:
1.Manusia dan cinta kasih
2.Manusia dan Keindahan
3.Manusia dan Penderitaan
4.Manusia dan Keadilan
5.Manusia dan Pandangan hidup
6.Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian
7.Manusia dan kegelisahan
8.Manusia dan harapan
Pengertian budaya dan kebudayaan
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni, Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Kita ambil contoh dari kesenian di indonesia,misalnya batik.
Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan.
Menurut etimologi kata "batik" berasal dari gabungan dua kata bahasa jawa "amba", yang bermakna "menulis" dan "titik" yang bermakna titik.
Sejarah teknik batik


Tekstil batik dari niya cekungan tarim Tiongkok


Detail ukiran kain yang dikenakan prajaparamita yang berasal dari Jawa Timur abad ke-13. Ukiran pola kembang-kembang yang rumit ini mirip dengan pola batik tradisional Jawa kini.
Seni pewarnaan kain dengan teknik pencegahan pewarnaan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno. Penemuan di mesir menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM, dengan diketemukannya kain pembungkus mumi yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola.di Asia, teknik serupa batik juga diterapkan di Tiongkok Di Afrika, teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba di Nigeria, serta Suku Soninke dan Wolof di Senegal. Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an.
Walaupun kata "batik" berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat. G.P. Rouffaer berpendapat bahwa tehnik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7. Di sisi lain, J.L.A. Brandes (arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto (arkeolog Indonesia) percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah seperti Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua. Perlu dicatat bahwa wilayah tersebut bukanlah area yang dipengaruhi oleh Hinduisme tetapi diketahui memiliki tradisi kuna membuat batikG.P. Rouffaer juga melaporkan bahwa pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di Kediri, Jawa Timur. Dia menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan alat canting, sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu Detil ukiran kain yang menyerupai pola batik dikenakan oleh Prajnaparamita, arca dewi kebijaksanaan buddhis dari Jawa Timur abad ke-13. Detil pakaian menampilkan pola sulur tumbuhan dan kembang-kembang rumit yang mirip dengan pola batik tradisional Jawa yang dapat ditemukan kini. Hal ini menunjukkan bahwa membuat pola batik yang rumit yang hanya dapat dibuat dengan canting telah dikenal di Jawa sejak abad ke-13 atau bahkan lebih awal.
Legenda dalam literatur Melayu abad ke-17, Sulalatus Salatin menceritakan Laksamana Hang Nadim yang diperintahkan oleh Sultan Mahmud untuk berlayar ke India agar mendapatkan 140 lembar kain serasah dengan pola 40 jenis bunga pada setiap lembarnya. Karena tidak mampu memenuhi perintah itu, dia membuat sendiri kain-kain itu. Namun sayangnya kapalnya karam dalam perjalanan pulang dan hanya mampu membawa empat lembar sehingga membuat sang Sultan kecewa Oleh beberapa penafsir,who? serasah itu ditafsirkan sebagai batik.
Dalam literatur Eropa, teknik batik ini pertama kali diceritakan dalam buku History of Java (London, 1817) tulisan Sir Thomas Stamford Raffles. Ia pernah menjadi Gubernur Inggris di Jawa semasa Napoleon menduduki Belanda. Pada 1873 seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel memberikan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik di Rotterdam dan pada awal abad ke-19 itulah batik mulai mencapai masa keemasannya. Sewaktu dipamerkan di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900, batik Indonesia memukau publik dan seniman.
Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, batik jenis baru muncul, dikenal sebagai batik cap dan batik cetak, sementara batik tradisional yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut batik tulis. Pada saat yang sama imigran dari Indonesia ke Persekutuan Malaya juga membawa batik bersama mereka.
Budaya batik,misalnya pada pahlawan wanita R.A. Kartini dan suaminya memakai rok batik.
batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.
Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.

Corak batik
Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga memopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.
Cara pembuatan batik
Semula batik dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari kapas yang dinamakan kain mori. Dewasa ini batik juga dibuat di atas bahan lain seperti sutera, poliester, rayon dan bahan sintetis lainnya. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin dengan menggunakan alat yang dinamakan canting untuk motif halus, atau kuas untuk motif berukuran besar, sehingga cairan lilin meresap ke dalam serat kain. Kain yang telah dilukis dengan lilin kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan, biasanya dimulai dari warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia untuk melarutkan lilin. Dangeng_club
Jenis batik
•    Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.
•    Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.
•    Batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis pada kain putih.
Batik Jawa
batik Jawa adalah sebuah warisan kesenian budaya orang Indonesia, khususnya daerah Jawa yang dikuasai orang Jawa dari turun temurun. Batik Jawa mempunyai motif-motif yang berbeda-beda. Perbedaan motif ini biasa terjadi dikarnakan motif-motif itu mempunyai makna, maksudnya bukan hanya sebuah gambar akan tetapi mengandung makna yang mereka dapat dari leluhur mereka, yaitu penganut agama animisme, dinamisme atau Hindu dan Buddha. Batik jawa banyak berkembang di daerah Solo atau yang biasa disebut dengan batik Solo.
Motif Batik berdasarkan daerah asal
Batik Tasik
Batik Bali
Batik Banyumas
Batik Jombang
Batik Madura
Batik Malang
Batik Pekalongan
Batik Solo
Batik Aceh
Batik Jepara / Batik Kartini
Batik Kediri,dan masih banyak jenis lainnya.

Marilah kita mengenal lebih banyak kebudayaan tanah air kita indonesia,jangan sampai di klaim oleh negara lain.




   
   

Tulisan 2

Tema : Menarik Minat Wisatawan untuk Lebih Mengenal Budaya Indonesia Dilihat dari Sudut Pandang Ekonomi
Judul : Taman Wisata dan Budaya Indonesia


Menarik minat wisatawan untuk lebih mengenal budaya indonesia itu tidaklah mudah,sehingga terkadang saya ingin mencari solusi bagaimana supaya masyarakat indonesia tertarik untuk memelajari dan lebih dalam dapat mengetahui betapa banyak budaya dan kebudayaan di tanah air kita ini indonesia dilihat dari sudut pandang ekonomi ,misalnya dengan mendirikan sebuah taman wisata dan memiliki sebuah gedung yang di dalamnya berisi berbagai macam budaya dan kebudayaan indonesia,sepertinya dapat menarik wisatawan karena masyarakat indonesia menyukai berwisata dari pada harus memelajari langsung kebudayaan indonesia..
Untuk lebih spesifiknya di taman wisata tersebut kita dirikan sebuah  sanggar tari dengan pelatih tari-tarian khusus dari indonesia,tidak hanya itu misalnya kita tampilkan jenis-jenis budaya tersebut misanya terdapat jenis-jenis batik,jenis-jenis wayang,misalnya wayang kulit,wayang golek,wayang orang dan lain sebagainya.
Masyarakat indonesia di masa kini lebih banyak yang berminat untuk memelajari yang memang bukan karya dari indonesia,bahkan mereka sampai berlatih keras memelajari budaya luar sampai-sampai mereka mencari pelatih khusus untuk melatihnya,misalnya remaja saat ini lebih banyak yang memelajari musik band, yang memang bukanlah berasal dari indonesia,padahal mereka ketahui indonesia ini kaya akan kebudayaannya,
Sehingga perlu kita kaji lagi mengenai minat wisatawan agar lebih tertarik akan memelajari seni musik dar indonesia,hampir jarang bahkan hampir tidak ada sebuah taman wisata yang didalamnya tterdapat budaya indonesia padahal menurut saya besar pengaruhnya terhadap wisatawan untuk mengenalnya karena dengan melihat saja dapat menambah wawasan wissatawan apalagi tersedia tempat untuk berlatih beberapa seni dari indonesia misalnya sanggar tari dengan pelatih khusus yang handal,barangkali wisatawan yang berwisata ke tempat-tempat yang tersedia akan kebudayaan indonesia akan lebih tertarik memelajarinya.
Contoh lain misalnya mengenai pakaian,dilihat dari sudut pandang ekonomi masyarakat indonesia rata-rata mampu untuk membeli pakaian namun dahulu masyarakat indonesia malu untuk mengenakan pakaian dari bahan batik sampai-sampai batik dari indonesia diklaim oleh malaysia sebagai hasil dari kebudayaan mereka.Jadi jangan sampai kejadiannya terulang kembali kebudayaan kita diklaim oleh negara lain,dilihat dari sudut pandang ekonomi masyarakat indonesia kebanyakan menengah jadi lebih dari 50% sering melakukan rekreasi ke tempat-tempat wisata,sehingga menjadi tidak masuk akal jika sebagian dari mereka tidak mampu untuk memelajari dan mengetahui kebudayaan indonesia dengan berbagai cara.
Sangat disayangkan apabila kita tidak tertarik dengan budaya yang dihasilkann oleh negeri kita,anah air kita yang tercinta ini,sedangkan negara lain pun banyak yang mengakui begitu beragam budaya indonesia,maka dari itu mari kita tumbuhkan rasa keinginan kita untuk memelajari semua budaya yang berasal dari tanah air kita Indonesia,jangan hanya memelajari dan mengetahui lebih dalam mengenai budaya-budaya negara lain sebelum diklaim oleh negara lain.





Tulisan 3
Dongeng Cinta

Ketika senja memerah
Menggantung sebuah harapan yang tertunda
Melelehkan sedikit demi sedikit asa
Peraduan mimpi
Memaksaku merelakan cahaya hidup
Redup,mati
Sejenak semua seperti kisah
Kisah di negeri dongeng
Dimana semua bisa terjadi,hanya dengan kedipan mata
Aku seorang pemimpi
Dalam dongeng yang tercipta sendiri
Dongeng percintaan di ambang kehidupan
Menyeretku ke dalam bayangan semu
Gelap tak selalu membuat mataku terpejam
Dingin juga tak mampu membuatku menggigil
Inderaku tersita olehmu
Sampai ku terlelap bersama bayang indahmu

Karya : Yeyen Eriya
Puisi tersebut menceritakan seseorang yang tidak henti memikirkan kisah cinta bersama kekasihnya namun ia memendam perasaan kepada orang lain
Makna : Janganlah kita terlena memikirkan cinta di kehidupan kita,karena jodoh tak kan lari kemana
Tulisan 5

Tema : Penderitaan

 Menderita ?

Suatu hari tepatnya delapan bulan yang lalu aku datang ke kota jakarta ini untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,disini aku tinggal bersama orang tua angkat dari ayah dan ibuku,sehingga aku memanggilnya dengan sebutan nenek dan kakek,dia dikenal orang banyak dengan panggilan Bapak dan Ibu Broto,mereka dikenal sebagai panutan orang banyak mereka memunyai dua anak laki-laki dan perempuan bernama Aden dan Ayu.Aden sudah bekerja di sebuah perusahaan asing di kota jakarta,sedangkan ayu bekerja di sebuah lembaga keuangan asuransi.
Kemudian aku melanjutkan pendidikanku di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta.
Setelah cukup lama aku tinggal bersama mereka,aku mulai mengetahui lebiih dalan tentang mereka, aku merasakan jenuh disini dapat dikatakan tidak betah,apalagi saat itu perdana aku merasakan jauh dari kedua orang tua dari apa yang sedang aku rasakan aku ingin mencari cara agar aku bisa bertahan disini,tapi bagaimana?
Apakah ku sanggup hidup di tengah-tengah keluarga yang baru dengan keadaan yang memang tidak sejalan denganku,
Fikiran terus memikirkannya sehingga suatu ketika terlintas di benak ini mungkinkah saya bisa bertahan ?
Hati kecilku tidak bisa menjawabnya...
Hanya bisa mengeluh,menangis meratapi keadaan yang lambat laun semakin menyiksa aku,aku ingin keluar dari rumah ini karena aku tak ingin batin ku tersiksa dan menderita karena ulah mereka yang memang membawa pengaruh besar bagiku,mereka tak ingin mendengar adanya kesalahan,padahal kesalahan adalah hal yang wajar,setiap detik pembantu di rumah terus dimarahi,
Sedih melihatnya tapi aku tak berani tuk menentangnya karena yang aku tau mereka adalah orang besar yang tidak hanya dianggap sebaagai orang tua oleh kedua orang tuaku saja tetapi oleh orang banyak,
Semakin lama aku merasakan nenek dan kakek tidak menganggapku cucu nya,tetapi sebaliknya yang aku rasakan mereka memperlakukan aku sebagai pembantunya,kedua anaknya tak ada yang bisa menghargai orang lain karena mereka anak-anak yang selalu di baggakan oleh nenek dan kakek,
Kedua anak ini pun lama-lama seperti menganggapku pembantu yang kapan saja bisa dia suruh-suruh,mereka tidak mengenal waktu untuk memperbudakan siapapun,batinku menangis namun aku bingung dan tak dapat berbuat apapun,pada saat inilah aku merasakan betapa sulitnya berhubungan dengan orang besar karena tak hanya aku bahkan orang tuaku pun tidak berani menentangnya,
Aku terus berdoa karena aku tak sanggup kalau terus dijadikan budak oleh mereka,sampai-sampai aku lupa akan tugas pokokku sebagai mahasiswa untuk belajar dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dosenku.
Batinku benar-benar menangis dengan nasibku ini,tidak bisa salah sedikitpun dibentaknya,sakit ....
Beberapa bulan aku merasakan penderitaan ini aku tidak berani tuk bercerita kepada kedua orang tuaku,setiap kali mereka bertanya selalu ku jawab baik-baik saja adanya,karena menurutku percuma aku cerita semuanya karena pada dasarnya orang tuaku tidak akan bisa membantuku untuk keluar dari rumah itu jadi ceritaku hanya akan jadi sia-sia saja,tetapi batin ibuku tidak bisa dibohongi,dia merasakan apa yang aku rasakan setiap kali ku menangis sehingga ibuku terus memaksaku untuk tidak mmenutupi keadaanku disini,
Sambil menangis ku ceritakan semuanya melalui telepon,”mama,jika aku tidak diperlakukan keluarga,tidak dianggap cucu oleh nenek,bahkan aku dianggap pembantu oleh mereka,aku hanya dijadikan budak yang bisa ia usruh-suruh kapanpun ia butuhkan karena mereka menganggap saya hanya numpang di rumah itu,,
Mama hanya menangis dan bertanya mengapa aku tidak jujur kepadanya bahkan aku menutupi semua baik-baik saja karena aku yakin kedua orang tuaku tak akan bisa membantuku dan aku yakin semua hanya akan menambah beban fikiran mereka saja,
Setelah ku bekata jujur akhirnya orang tuaku datang hanya untuk menjemputku untuk pindah dari tempat tinggal mereka,nenek marah besar dan memaki-maki kedua orang tuaku,
Dan tidak mengijinkanku indah dari rumah itu,,ya allah bagaimana ini aku tak ingin menderita lebih dalam dari ini,cukup ya allah,
Orang tua ku bingung dan terus menentang tuk memaksa pada akhirnya aku bisa pindah dari rumah iu walaupun nenek dengan terpaksa tapi  aku tak mempedulikanya karena aku tidak ingn masa depanku gelap hanya karena perlakuan mereka,jadi Jangan pernah takut mengambil keputusan,apalagi sesuatu yang menyangkut dengan masa depan kita,jika kita merasa benar bahkan sekalipun itu berurusan  dengan orang besar,karena di saat anda mengambil keputusan disitulah nasib anda akan terbentuk.







 Tulisan 6

Cita-citaku   
Sejarah perjalanan hidupku mengenai cita-cita,sejak kecil aku bercita-cita menjadi seoarang dokter,aku selalu bermimpi kelak aku bisa menjadi seorang dokter.
Aku terus bermimpi mencapainya dan terus berusaha tuk menggapainya.
Ketika aku duduk di bangku sekolah dasar,guruku sering bertanya kepada semua siswa nya tentang sebuah cita-cita,tidak terkecuali aku.
Setiap guru yang bertanya kepadaku tentang cita-cita,ku selalu menjawab bahwa aku ingin menjadi seorang dokter,sampai-sampai mereka semua hapal dengan keinginan ku itu.
Kemudian ketika aku duduk di bangku Sekolah Menengah Atas(SMA),aku mulai memikirkan cita-cita itu,orang tuaku sudah mengetahui akan keinginanku untuk menjadi seorang dokter.
Aku memikirkan harapan itu tak hanya sebuah mimpi belaka tatapi harus menjadi sebuah kenyataan.
Ketika aku duduk di bangku SMA kelas X semester pertama aku masih tak seberapa memikirkan cita-cita itu,tetapi masuk ke semester genap sudah diberikan angket dan penjurusan yang kita ambil demi menggapai sebuah cita-cita agar tak sia-sia dan membanggakan.
Kebetulan di SMA ku hanya ada dua jurusan yaitu jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial(IPS),kataorang sih kalau ingin menjadi dokter dan semua yang bergelut di bidang kesehatan itu disarankan masuk jurusan IPA,lalu ku ambil jurusan itu sesuai dengan angket yamg ku isi,
Aku terus berusaha agar selalu mendapatkan nilai yang tidak mengecewakan karena termotivasi dengan sebuah mimpi yang ingin sekali kuraih...
Setelah lulus dari SMA aku mulai bingung dengan mimpiku karena ternyata kuliah jurusan kedokteran itu tidak membutuhkan biaya yang sedikit,aku hanya keturunan dari keluarga yang sederhana,saat itulah aku merasakan kebingungan sampai-sampai menyita waktu tidurku karena memikirkan hal ini..
Kemudian aku mempunyai saudara di kota,dimana tempat tinggalku sekarang dan ia mengajaku untuk berlibur dan melanjutkan pendidikanku ke perguruan tinggi disana..
Ketika itu semua mulai bertanya kepadaku aku ingin kuih jurusan apa dan apa cita-citaku,aku tak pernah menjawabnya karena memang aku sedang bingung mau jadi apa aku dan aku tak bisa menyebutkan cita-citaku sejak kecil disaat jawaban itu diperlukan ketika aku beranjak dewasa,,
Memang perjalanan hidup yang luar biasa,sehingga sekarang aku melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi swasta dengan jurusan manajemen(Fakultas Ekonomi) kan tidak lucu juga ya dari jurusan IPA mengambil lahan IPS,itu kata-kata temanku yang terluncur ketika ia bertanya seputar cta-citaku yang dulu dan hubungannya dengan aku sekarang.
Aku tak pernah menyasal dan merasa terpaksa dengan jalan yang aku ambil terutama jurusan kuliahku sekarang,walaupun kadang-kadang ada beberapa mata kuliah yang aku tak mengerti dan lumayan sulit untuk memahami karena memang ku tidak tau dari dasar-dasarnya,tetapi aku hanya terus berusaha jadi yang terbaik dan tetap menjadi orang yang sukses  pada akhirnya nanti,dan tidak ingin semua pengorbananku sia-sia.
Aku terus belajar dari semua kenyataan pada dasarnya masih sangat banyak orang yang tak seberuntung sepertiku,aku masih bisa kuliah menuntut ilmu karena pada dasarnya masih banyak orang yang tidak bisa kuliah padahal mereka sangat menginginkan untuk kuliah.So,terus berusaha menggapai sebuah cita-cita,dan jangan pernah terpuruk dengan semua kejadian yang kita anggap itu buruk,dengan semua harapan yang terkadang tidak sesuai apa yang kita inginkan selama ini,yakinlah bahwa dibalik semuanya pasti ada hikmahnya dan mungkin tuhan pun telah memiliki rencana lain tentang kita,tentang hidup kita.....